Injury Time

Piala Dunia 2022 telah menyelesaikan 60 laga yang menegangkan sejak babak penyisihan grup, babak 16 besar, dan hingga babak per empat final. Tim Argentina, Kroasia, Perancis dan Maroko adalah kesebelasan calon juara yang masih bertahan hingga hari ini. 

Ada hal yang menarik di hampir setiap pertandingannya, dimana injury time diberikan oleh wasit dengan tempo yang melebihi kelaziman. Bahkan saat laga Inggris vs Iran, injury time diberikan hingga 14 menit. 

Injury time dalam sepakbola adalah waktu tambahan untuk mengganti waktu yang terbuang terkait penanganan pelanggaran, penanganan cedera pemain, eforia perayaan gol, atau pergantian pemain dalam periode 45 menit babak pertama atau kedua. Jadi injury time itu kurang lebih untuk mengganti waktu yang terbuang supaya pertandingan bisa betul-betul fair sejumlah 45 menit.

Oleh karena itu, injury time kadang bagaikan setan yang menakutkan bagi tim yang sudah diambang kemenangan, dan sebaliknya kadang menjadi malaikat penolong bagi tim yang masih berusaha membalikkan keadaan. 

Menurut catatan saya, dari 60 laga Piala Dunia di Qatar, terdapat 17 gol yang tercipta dalam injury time. Semuanya spektakuler, walaupun sebagian besar tidak membawa perubahan terhadap kesimpulan laga, karena satu dua gol yang terjadi di injury time malah memperbesar kemenangan tim yang memang sudah berada di atas angin, sementara tim yang lemah semakin terpuruk. Misalnya gol Alvaro Morata dalam laga Spanyol vs Costa Rica atau gol Lovro Majer pada laga Kroasia vs Kanada.

Beberapa gol saat injury time yang sangat signifikan merubah keadaan adalah gol Rouzbeh dan Ramin masing-masing di menit 90+8’ dan 90+11’ dalam laga Iran vs Wales. Namun dua gol tersebut belum mampu membawa Tim Melli melaju ke babak per delapan final, tapi setidaknya mereka terhindar dari juru kunci.

Gol Hwang Hee-chan di menit ke 90+1’ dalam laga Korea Selatan vs Portugal. Gol tersebut membawa Taegeuk Warriors lolos fase grup dan melaju ke babak 16 besar;  Gol Neymar di menit ke 105+1’ dalam laga Brazil vs Kroasia. Gol tersebut memberikan harapan besar bahwa Selecao dapat melaju ke semifinal, walaupun akhirnya mimpi mereka kandas ditekuk Kockasti.

Gol Wout Weghorst di menit ke 90+11’ dalam laga Belanda vs Argentina. Gol kedua Wout menyebabkan perpanjangan waktu laga per empat final. Gol tersebut menambah keyakinan bahwa Tim Oranje bisa mengatasi Tim La Albiceleste. Namun sayang adu tendangan pinalti memaksa Louis Van Gaal pulang lebih cepat. 

Saya rasa semua kita setuju kalau injury time dalam pertandingan sepakbola ini adalah momen paling berharga sekaligus mendebarkan; momen yang di dalamnya terlihat keseriusan setiap pemain dalam memanfaatkan peluang membawa hasil terbaik buat kesebelasannya.

Bagaimana dengan injury time di luar dunia sepakbola? Mungkin sesekali kita pernah mendengar seseorang mengingatkan “Eh udah injury time nih, ayo …”. Pengingat itu mungkin dalam kelompok kita, entah dari teman tim atau dari sang ketua, Itu terdengar saat kita hanya memiliki sedikit waktu untuk menyelesaikan suatu proyek. Entah kenapa istilah injury time itu terkesan lazim dipakai pada situasi semacam itu. 

Kita mungkin juga pernah berada pada posisi injury time, yang kisaran waktunya bisa dalam hitungan menit, atau jam atau hari atau dalam satuan tertentu. Saat seorang pembalap Formula 1 berada pada lima lap terakhir, sementara dia membutuhkan podium untuk mengamankan posisi juara dunia, maka tim konstruksi akan mengatur strategi supaya pembalap nya bisa melaju tanpa hambatan berarti. Lima lap itu adalah injury time.

Saat target penerimaan pajak yang dibebankan pada suatu kantor baru tercapai 98%, sementara waktu yang tersisa hanya tinggal setengah bulan, maka seorang pimpinan beserta staf akan terus berjibaku mencari peluang, menerapkan strategi khusus, mendetilkan langkah agar sisa target 2% bisa diraih sebelum matahari terbenam di akhir tahun. Setengah bulan itu adalah injury time.

Saat Tax Amnesty berakhir pada tanggal 31 Maret 2017 atau Program Pengungkapan Sukarela berakhir pada tanggal 30 juni 2022, dimana keduanya berakhir pada jam 23:59,  maka ribuan wajib pajak masih terus mencoba memastikan bahwa mereka termasuk yang bisa mengikuti program tersebut, walaupun waktu sudah menunjukan pukul 23:30. Tiga puluh menit itu adalah injury time.

Saat seorang berniat mendirikan shalat tahajud namun bangun “kesiangan” karena 3 menit ke depan adzan subuh akan berkumandang, maka dia hanya mendirikan shalat witir supaya tetap mendapatkan keberkahan shalat malam. Tiga menit itu adalah injury time.

Saat seorang telat bangun untuk makan sahur, sementara waktu adzan subuh sudah menjelang, maka seorang ahli hisap, dalam 5 menit terakhir, lebih memilih menyulut rokoknya ketimbang makan nasi. Lima menit itu adalah injury time. 

Walaupun injury time dalam laga sepakbola dan injury time dalam laga kehidupan mempunyai arti yang berbeda dimana yang pertama adalah penyempurnaan 45 menit pertandingan dan yang kedua adalah waktu atau momen tersisa, tapi ada benang merah diantara kedua nya yaitu maksimalisasi peluang.

Jadi, sepanjang janur kuning belum melengkung, ya kita coba saja …

Comments

Popular Posts