Malam di Tanah Abang

Jam stengah sebelas malam di stasiun Tanah Abang, menunggu dua gadis dalam perjalanan naik KRL dari Bogor ke Jakarta. Mereka bukber di Mall Botani. Sebenarnya yang bukber hanya si bungsu, sementara si sulung hanya mengantar dan mengawal. 

Seharusnya mereka sudah sampe, tapi ternyata perjalanan kereta loop line terakhir jurusan Sta Bogor - Sta Angke tidak secepat lini masa nya. Entah kenapa. Yo wis, ditunggu ajah. 

Penantian di halte Jaklingko Tanah Abang 2 tidak seperti yang saya duga. Saya fikir sepi, tapi ternyata masih cukup banyak calon penumpang berlarian masuk ke dalam stasiun. Entah ke mana tujuan mereka malam itu. 

Pantas saja masih ada pedagang kopi starling (starbuck keliling - red) yang mencari peruntungan dari lalu lalang orang. Dan saya berkesempatan menikmati seseloki indocafe.

Hal lain dimana dugaan saya terkoreksi adalah banyaknya bocil yang masih bermain di lingkungan luar stasiun. Yang satu berteriak memanggil yang lain. Dan tiba-tiba sejumlah anak berlarian ke dalam taman stasiun dan bermain sepakbola plastik. Padahal sudah larut malam. 

Tidak lama kemudian datang satu grup petugas kebersihan dengan sapu lidi panjang plus serok nya. Dan datang juga petugas tramtib di belakangnya. Saya menduga jam segitu adalah batas akhir transaksi di pelataran halte. Dan memang selain pedagang kopi tidak ada lagi yang berjualan. 

Kehadiran tim ketentraman dan ketertiban plus tim kebersihan diduga untuk memastikan tidak adalagi kegiatan ekonomi, dan tidak ada lagi sampah tambahan yang akan dilihat oleh pengunjung pagi stasiun Tanah Abang. 

Begitu rupanya satu episode kehidupan malam di sana. Gak nyangka ... 

Comments

Popular Posts