Membersamai wajib pajak

Mereka butuh edukasi. Terlihat dari antusias yang bermunculan di grup WA Helpdesk PPS saat weekend 25-26 juni 2022 kemarin, kurang sepekan dari berakhirnya periode PPS. Bahkan ketika malam sudah semakin larut, tidak surut postingan yg masuk. 

Biarpun dinyatakan oleh answering machine bahwa layanan hanya di hari kerja pada jam 08-16, banyak dari mereka tetap berusaha menumpahkan masalahnya, mengharap peluang untuk dilayani. Dan benar juga, saat satu respon diberikan, rentetan pertanyaan lanjutan meluncur deras, hingga tidak ada lagi postingan mereka kecuali ucapan terima kasih dengan emoticon dua tangan tertangkup. Antusias sekali.

Pertanyaan sangat bervariasi tentang PPS, baik teori maupun aplikasi, baik kasus kepemilikan harta maupun masalah tahapan penggunaan aplikasi, dan tidak ketinggalan pertanyaan tentang imbauan dari Ditjen Pajak.

Imbauan PPS memancing pertanyaan wajib pajak tentang bagaimana lapor pajak hingga ke akar masalahnya yaitu efin yang hilang. Rupanya mayoritas mereka belum pernah lapor SPT Tahunan, termasuk seseorang yg mengaku dari Auckland, Selandia Baru yang minta bimbingan cara memperoleh efin.

Pertanyaan nyeleneh terkait PBB pun sempat muncul beberapa kali. Seneng juga sih, karena ini menunjukkan situs DJP, wabil khusus info PPS, wabil khusus nomor WA konsultasi ini terlihat oleh siapapun dari delapan penjuru angin.

Semangat keingintahuan wajib pajak menjadi bahan bakar melayani. Bahan bakar layanan kepada wajib pajak semakin besar ketika anak dan istri sudah menemukan dunia nya sendiri. Artinya mereka ga akan ambil pusing ketika sang ayah berselingkuh dengan laptopnya di akhir pekan. 

Horse power bertambah ketika seorang pegawai perusahaan, lulusan SMK, masih berusia 21 tahun (yang akhirnya diketahui terdaftar di 425), berpenghasilan di atas rata-rata, berusaha mencari tau detil tentang pajak. Dia menyatakan ingin menjadi wajib pajak yang baik. Pertanyaannya dimulai dari postingan form 1721-A1 miliknya hingga pertanyaan PPS. Keren pemuda itu. 

Kewalahan merespon puluhan pertanyaan tidak terasa. Awalnya iya, tapi terbentuknya jawaban-jawaban kunci dari berbagai sumber, yang dipicu oleh pertanyaan berulang, semakin membuat respon kepada mereka mudah dilakukan. Satu dua membuahkan hasil dengan memperlihatkan SKET nya (tanpa diminta). 

PPS akan meninggalkan mereka selama-lamanya dalam 100 jam ke depan. Mungkin itu sebabnya mereka ingin kenalan sebelum berpisah. Mereka yang awalnya menahan quriosity, akhirnya menemukan semangat untuk membuka kunci belenggu. Bisa jadi karena respon yang baik, cepat, tepat di jalan yang benar. 

Ditjen Pajak selaku pengampu program pengungkapan sukarela sepatutnya membersamai semangat wajib pajak, khususnya di pekan terakhir ini. 

Comments

Popular Posts