Tidak (seperti) biasa
Biasanya, ... setelah turun dari angkot saya nyebrang ke halte bis, duduk di bench, lalu ambil si kotak putih dengan lighter nya. Saya sulut sebatang atau dua sambil nunggu datangnya Jaklingko jurusan Meruya Blok M. Tapi, tidak pagi ini.
Biasanya, ... lalu lintas ramai dipenuhi motor membawa anak sekolah berseragam putih abu², putih biru dongker, atau putih merah. Ada yang hilir mudik di jalan yang benar atau jalan melawan arus, ada juga yang diam berderet memanjang di lampu merah. Tapi, tidak pagi ini.
Biasanya, ... ga jauh dari belokan jalan widya chandra raya, ada yang duduk di motor menyeruput kopi, ada yang jongkok sambil memegang cabe dan bakwan, ada sejumlah orang yang masih berdiri belanja mengerumini gerobak berpayung dari seorang pedagang gorengan. Tapi, tidak pagi ini.
Biasanya, ... setelah pintu lift terbuka di lantai 16, saya bergegas menuju toilet untuk sekadar merapikan diri, lalu berjalan menuju rest area, sambil kirim pesan ke office boy. "Miin, kopi aman kah?". Tapi, tidak pagi ini.
Biasanya, ... kelopak mata bersama untaian bulu nya ini bisa berdiri tegak melawan gravitasi lho, melek di WhatsAppweb mencermati diskusi dan koordinasi atau melek memberikan edukasi secara daring atau melek membaca ulang regulasi. Tapi, tidak pagi ini.
Comments
Post a Comment