Target

"Kapan kamu nikah?". Kalo ada yang nanya gitu ke para remaja atau yang baru lepas dari kelompok itu, mereka pasti kaget. "Target saya..." (sambil mikir dengan tatapan kosong).

"Rencanamu kalo udah jadi orang, kamu pengen punya apa aja?". Kalo ada yang nanya gitu ke kelompok tadi, bisa jadi mereka akan cepat merespon: pengen punya rumah besar, mobil mewah, harta melimpah supaya bisa keliling dunia.

"Sekarang ini perkuliahan terakhir, hayo siapa yang pengen wisuda duluan?" tanya dosen ke para mahasiswanya. Satu dua angkat tangan, sisanya ga menunjukan tanda-tanda memikirkan masa depan, hehe ehehe heh.

"Eh ramadhan udah datang, cuma mampir sekali setahun, kamu mau ngapain aja ?". Mak deg. Jangankan ke kelompok tadi, ke kita-kita pun kalo pertanyaan itu diajukan, bisa jadi belum siap menjawab.

Ke semua contoh pertanyaan di atas bisa aja direspon dengan satu jawaban yang sama "Gue ngalir aja bro, ikut arus, ga mau stress mikirin target"

Fine !!!

Tapi, tamu Allah yang datang 29-30 hari dalam setahun itu mau diabaikan? Tamu yang membawa oleh-oleh tak terhingga itu, yang oleh-oleh nya bisa dinikmati di dunia dan menjadi bekal di akhirat, mau dibiarin lewat? 

Kita masih terpilih lho (iya, maksudnya masih hidup - red) untuk berlayar di samudera Ramadhan 1443 H. Kenapa kita ga pake jurus aji mumpung. Mau nyiapin kantong kresek doang atau karung beras atau keranjang, silakan aja dipake untuk menampung oleh-oleh itu.

Tidaklah bermaksud memberi contoh apalagi menggurui, tapi mungkin sharing ini bisa membangkitkan ghirah. Jadi (seperti selama ini saya lakukan) target minimal nya adalah sekali khatam quran. Lalu, tambahan targetnya adalah menghafal surah, dan tahun ini surah ke-72 adalah target hafalan saya.

Luput merencanakan ramadhan? Tidak lagi... 


Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali yang dikecualikan

Comments

  1. Alhamdulillah target tuntas, walaupun target hafalan surah al jinn baru tuntas 1,5 bulan setelah ramadhan usai

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts