Magnet perusak

Bacaan ayat pertama surat Al Hadid buyar, gegara terdengar obrolan dua insan di lawang musholla lantai 16. Obrolan itu tentang olahraga lari yang dibumbui dengan analisis klinis kimia tubuh orang berpuasa. Obrolan itu mempunyai magnet yang sangat kuat yang membelokan konsentrasi "obrolan" saya dengan sang khalik di sesi pertama shalat dhuha. 

Tujuh ayat pertama surat ke 57 itu adalah ayat favorit dan sudah hafal luar kepala. Tapi anehnya pagi tadi itu saya coba mengawali lagi ayat pertama itu, berkali-kali, bahkan ketika kedua nya terdengar beranjak dari obrolan, tapi gagal maning son. Ya sudah, bacaannya dimulai dari ayat kedua saja dan berakhir hingga ayat ke 7 dengan selamat.

Konsentrasi yang kita bangun ternyata bisa kandas? 

Seorang ahli memanah atau seorang sniper bisa gagal mengantarkan anak panah atau selongsong pelurunya ke sasaran yang dibidik, karena konsentrasi terganggu oleh suara rombongan burung yang melintas dengan formasi cantiknya, terbang di atas kepala mereka. 

Seorang siswa yang sedang mengikuti ulangan tengah semester bisa gagal memahami soal matematika yang ada di depan matanya, sehingga memilih hitung kancing ketimbang coret-coret kertas, ketika konsentrasi nya dibuyarkan oleh siswa lain yang menyodorkan kertas jawaban ke guru pengawas dan ngeloyor ke luar kelas. 

Kenapa fokus kita menjadi bias oleh kehadiran magnet pemecah konsentrasi? Tentu saja bisa, sepanjang magnet itu mengeluarkan daya tarik yang sangat besar. Kalo obrolan tentang glukosa darah, formasi burung atau siswa keluar kelas tidak menarik, tentu nya konsentrasi bisa dipertahankan. 

Teori magnet mengatakan kalo sumbu utara ketemu sumbu utara maka mereka tidak akan saling tarik menarik dan bahkan saling mengabaikan. 

Jadi kita harus tau betul tentang magnet kita sendiri, lagi di utara atau selatan, supaya bisa menjauh dari daya tarik magnet lain yang memberi pengaruh buruk kepada konsentrasi melakukan kegiatan. 

Comments

Popular Posts