CUT

Setiap kita dapat satu peranan
Yang harus kita mainkan
Ada peran wajar
Ada peran berpura-pura


Lagu panggung sandiwara yang liriknya ditulis Taufik Ismail, yang melodi lagu dan aransemen musiknya digarap apik oleh Ian Antono dan difinalisasi lewat olah vokal ciamik rocker Ahmad Albar, memang sangat enak didengar di telinga dan dirasakan oleh hati. Lagu itu saya dengar pertama kali live, waktu nonton God Bless manggung di Stadion Pajajaran Bogor. Kalo ga salah itu tahun 1989.

Kemarin saya harus “manggung” dalam pembuatan video clip iklan layanan masyarakat, berpura-pura menjadi.

Tawaran itu begitu mendadak beberapa hari lalu. Tapi saya berkehendak menerima, karena ada tantangan yang menarik sekaligus ingin menuai pengalaman. Untuk mencoba totalitas, saya coba cari referensi di youtube, untuk menyelami seperti apa sih acting itu. Sepengetahuan saya sih sejumlah pemain watak akan terjun langsung di kehidupan nyata supaya suatu peran bisa dihayati hingga ke sum-sum tulang belakang. Namun saya tidak lakukan karena waktu yang terbatas.

Kebetulan giliran main saya adalah di video clip keempat, video terakhir yang harus disiapkan oleh production house. Alhamdulillah jadi punya kesempatan belajar, menonton dan memperhatikan para talent beraksi, sambil diskusi dan minta arahan dari crew film (tepatnya kepada Sang Raja). Di kesempatan menunggu itu saya juga melihat betapa aspek kreatif pembuatan film betul-betul diperhatikan. Suara dangdutan dan gonggongan anjing dari kampung sebelah serta suara panggilan telpon yang berbunyi dari hape pemain menjadi sebab sutradara mengatakan “cut”.

Peran pura-pura yang tidak mudah itu ternyata bisa selesei saya emban, Pengambilan adegan dilakukan dengan beberapa kali pengulangan karena koreksi peragaan, penyesuaian mimik, atau arahan-arahan baru (yang muncul dadakan yang dirasa akan membuat konten adegan semakin pas). Sesekali make up artist harus juga menyeka wajah saya yang berpeluh. Karena grogi pastinya, padahal saya manggung di teras, di udara terbuka, yang bersebelahan dengan taman asri yang banyak pohon duren nya.

"Ok kita tusuk". 

Kata-kata itu yang saya tunggu dan juga ditunggu oleh setiap elemen produksi. Itu adalah kata simpulan sang sutradara saat rangkaian storyboard sudah lengkap dimainkan dan ga ada kesalahan mayor. Artinya video clip keempat tuntas dibuat. Artinya peran saya sudah dianggap memadai. Alhamdulillah, kurang lebih hanya sejam saja prosesnya, karena memang porsi percakapan di video klip itu tidak terlalu banyak.

Dunia ini penuh peranan
Dunia ini bagaikan jembatan kehidupan


Tapi, sampai kapan kita di panggung sandiwara ? Cut, ... ya sampai pemilik kita mengatakan itu.

Comments

Popular Posts