Berburu

Deg-degan, soalnya tadi pagi itu jam 07:32 masih di jalan pakubowono VI, jadi masih ada 5 km aspal yang harus digilas menuju kantor. 

Take home pay bulan depan terancam turun bila terlambat presensi. Dan yang utama nya indisipliner itu bisa berujung pada sanksi kepegawaian. Oleh nya itu time is money, dan saya harus pastikan safe landing before it's too late. 

Berburu waktu bisa jadi hanya sesekali kita lakukan, tapi ada juga sih yang memang kebiasaannya pacu jantung, padahal kan ga sehat itu, dan bisa memancing emosi di jalan bagi para pemilik sumbu pendek.

Selain khawatir telat masuk kantor, berburu waktu juga di lakukan orang karena hal lain, misalnya khawatir ketinggalan pesawat. Kesulitannya lebih besar karena ada proses pemeriksaan diri dan barang bawaan melalui metal detector, lalu proses check in dan masih ada jarak yang harus ditempuh menuju boarding room.

Ada juga yang berburu waktu untuk shalat, akibat rapat maraton atau kena macet di jalan. Kalo tergilincir sedikit maka seseorang sudah berada di waktu shalat yang berikutnya. Buku catatan amal kebaikan sudah ditutup malaikat. 

Di lain tempat ada yang juga harus berburu waktu karena kejar tayang pembuatan film, jatuh tempo laporan, jatuh tempo layanan, jatuh tempo pengiriman barang dll.

Kenapa harus berburu waktu? Kehabisan waktu kah manusia? Seolah-olah ... 

Tapi ada lho berburu yang tone nya tidak negatif. Misalnya seseorang yang berburu tiket konser penyanyi idolanya, atau seseorang yang pergi ke hutan berburu rusa, atau seseorang yang mencoba peruntungan berburu harta karun, atau seorang remaja yang berburu pujaan hatinya. 

Jadi, berburu itu rupanya ada yang prosesnya under pressure tapi ada juga yang prosesnya bisa dinikmati. 

Happy hunting, but never do it in a daily basis anyway

Comments

Popular Posts